Minggu, 13 September 2009

Bangunan Bernafas Kemerdekaan


Adalah tugu pahlawan yang Berlokasi ditengah kota Surabaya, sebuah bangunan yang menjulang tinggi yang berdiri diantara bangunan disekitarnya ini menyimpan sebuah rekaman pesan dan semangat kemerdekaan Indonesia yang telah luntur dan hilang dari hati bangsa Indonesia. Kompleks tempat yang dikelilingi pagar berongga disekitarnya ini memiliki satu pintu masuk yang cukup besar, sesaat setelah anda mulai melangkah masuk kedalam maka akan terlihat patung Soekarno-Hatta yang terlihat lebih besar dari ukuran yang sebenarnya berdiri didepan tembok-tembok bergaya jaman perjuangan yang terlihat hampir runtuh dengan tulisan-tulisan semangat kemerdekaan yang sengaja ditulis dengan cat berwarna merah, yang seakan menggambarkan gairah nasionalisme para pemuda Surabaya yang tak mati sejalan bertambahnya umur bangsa.
Setelah anda bejalan kedalam area tugu pahlawan, mata anda akan segera tertuju pada sebuah museum yang meliliki sebuah pintu masuk berupa lorong dengan tangga menurun serta foto-foto kemerdekaan menempel disetiap dindingnnya, setelah langkah kaki anda berada diahkir lorong maka ruangan bersudut yang sedikit berbentuk oval akan menyita banyak perhatian anda tentang sejarah bangsa indonesia, inilah ruangan lantai satu yang menyimpan relief dan tulisan kemerdekaan, foto-foto yang mengabadikan tentang suasana kota Surabaya disaat-saat raungan proklamasi kemerdekaan tahun empat lima masih terdengar keras, patung lilin para pejuang kemerdekaan, serta ruang audiovisual yaitu tempat yang sengaja dibangun untuk memutar film-film kemerdekaan.
Disudut ruangan tersebut terdapat tangga setengah melingkar yang akan membawa anda menuju kelantai atas tempat disimpannya berbagai jenis senjata peninggalan sejarah perang kemerdekaan, dan beberapa kertas yang terlihat kuning lusuh dengan pesan-pesan penting yang ditulis tangan oleh para pejuang’45. Benda-benda tersebut tersimpan dengan rapi masing-masing didalam sebuah etalase kaca yang didesain supaya dapat dilihat pengunjung namun juga tetap terjaga dari kerusakan karena ulah usil ataupun terkikis oleh waktu.
Tempat ini menyimpan dan merekam Semangat, jiwa dan hati nasionalisme para patriot bangsa guna diwariskan untuk para generasi muda penerus bangsa serta menceritakan kepada cucu-cucu mereka tentang bagaimana bangsa ini lahir dan merdeka.


Leon Agusta.k/51408089

SALAH SATU IKON SURABAYA
Surabaya memiliki beberapa ikon yang sangat terkenal. Salah satunya adalah Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh November. Museum Sepuluh November yang berlokasi di dalam lapangan Tugu pahlawan ini telah terkenal sebagai salah satu tujuan wisata kota Surabaya.
Museum yang diresmikan pada tahun 1998 ini sangat terjamin kebersihannya. Tidak ada kotoran dalam setiap ruangannya. Semuanya terawat dan kelihatan bersih. Begitupula, dengan suasana dalam museum tersebut. Suasananya sangat hening sekali.
Di museum ini, setiap barang memiliki nilai sejarah masing-masing. Senjata tradisional khas arek-arek suroboyo yang dipergunakan dalam pertempuran melawan Tentara sekutu pada peristiwa pertempuran 10 November 1945 dapat dilihat dalam sebuah kotak kaca. Berbagai koleksi foto dan lukisan serta senjata-senjata yang dipakai waktu itu unutk melawan penjajah. Selain itu, kita juga dapat mendengarkan pidato Bung Tomo yang sangat berapi-api untuk membangkitkan gelora dan hasrat rakyat akan kemerdekaan dari sebuah radio kuno. Tak lupa juga, aksi kepahlawanan arek-arek suroboyo melawan musuh dengan hanya menggunakan senjata sederhana yaitu bambu runcing yang digambarkan dalam beberapa diorama statis. Peninggalan benda-benada bersejarah ini yang terus dirawat sangat menarik dan unik.


viany urjel_51408039

SEJARAH MONUMEN TUGU PAHLAWAN DAN MUSEUM 10 NOVEMBER



Surabaya, Megan Pos (13/9)
Oleh : Davin Wiratama / 51408101

Museum yang sengaja ditenggelamkan sedalam 7 meter ini, sebenarnya mempunyai tinggi 17 meter diatas permukaan tanah. Pembangunan ini bertujuan agar bangunan museum tidak menghalangi letak dari monumen Tugu Pahlawan.
Monumen Tugu Pahlawan merupakan salah satu obyek wisata yang terkenal di kota Surabaya. Monumen ini merupakan obyek wisata yang berisikan cerita sejarah tentang kota Surabaya pada saat tempo dulu. Obyek wisata ini terbentuk pertama kali pada tahun 1951, berupa peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia yang pertama yaitu Ir. Soekarno. Kemudian, setelah peletakan batu pertama pada tahun itu juga monumen Tugu Pahlawan dibangun.
Menurut, Pak Yayan yang bertugas sebagai pengelola dan pemelihara museum tersebut. Pada tahun 1952 diresmikanlah monumen Tugu Pahlawan, pembangunan Tugu Pahlawan ini bertujuan untuk mengenang jasa pahlawan pada saat peristiwa 10 November. Dimana sebanyak 10.000 orang arek-arek Surabaya tewas dalam pertempuran melawan tentara sekutu.
Lokasi yang sekarang dipakai untuk penempatan monumen Tugu Pahlawan, merupakan bekas lokasi yang semula dipakai untuk gedung pengadilan Belanda yang berguna untuk mengadili orang-orang pribumi ataupun orang-orang Belanda yang melakukan pelanggaran hukum dan bangunan ini dikenal dengan sebutan Raat Vanyustisi. Menurut Pak Yayan, dahulu disekitar kawasan gedung pengadilan tersebut hanya terdapat bangunan kantor gubernur, gedung bioskop, dan tempat pemberhentian bis susun.
Pembangunan museum 10 November baru diresmikan pada tahun 1998. Pada saat itu museum tersebut telah berisikan barang-barang sejarah yang dipakai oleh arek-arek Surabaya untuk melawan para sekutu, juga didalam museum tersebut terdapat cerita-cerita perjuangan mereka dalam menyusun strategi untuk melawan sekutu, serta terdapat pula miniatur tentang kawasan mana saja yang dipakai pada saat perlawanan terhadap sekutu.

BANGKITNYA KEMBALI KEEKSISAN TUGU PAHLAWAN



BANGKITNYA KEMBALI KEEKSISAN TUGU PAHLAWAN
Surabaya, Tugu Pahlawan yang terletak di seberang Kantor Gubernur Jatim tidak asing lagi dalam sejarah bangsa Indonesia hingga saat ini tempat ini masih sering dikunjungi oleh masyarakat Surabaya. Purnomo selaku Pengawas Taman mengakui berbagai kegiatan acara perayaan sering kali dilakukan disini, para pelajar sekolah Surabaya maupun luar Surabaya tidak jarang melakukan kunjungan ke Tugu Pahlawan untuk mengisi kegiatan pembelajaran mereka, baik mengadakan penelitian hingga lomba pentas seni, lomba busana daerah dalam merayakan HUT Kemerdekaan hingga serangkaian acara umum yang mengundang artis ibu kota pernah dimeriahkan di Tugu Pahlawan. Tidak hanya itu kegiatan rutin juga dilakukan di Tugu Pahlawan, senam mingguan oleh para ibu PKK Surabaya dan kegiatan jogging oleh masyarakat sekitar.
Eksisnya Tugu Pahlawan kembali bangkit terlihat saat hari minggu pengunjung mencapai hingga 4000 bahkan lebih dari itu ungkap Teguh selaku cleaning service taman Tugu. Lebih lagi ungkapnya Instansi pendidikan tidak jarang mengajak para pelajar mereka untuk datang berkunjung mengamati dan melakukan penelitian tempat sejarah ini.
Kemarin 10/09 sekumpulan mahasiswa Universitas Kristen Petra melakukan kunjungan Tugu Pahlawan, Livita(19) mahasiswi UKP mengakui kunjungan mereka dilatarbelakangi oleh tugas mata kuliah Teknik Mencari dan Menulis Berita, Vita dan kawan-kawannya datang selayaknya wartawan yang akan meliput berita mengenai Tugu Pahlawan, Vita sendiri tertarik meliput berita mengenai lingkungan Taman Pahlawan, baginya kunjungan ini sangat bermanfaat selain memberi wawasan sejarah didalam museum, Ia tidak luput mengunjungi Tugu Pahlawan yang dibangun 7 meter dari permukaan tanah sebab menurutnya Tugu ini dibangun untuk menjadi hal pertama yang dikenal sebagai Tugu Pahlawan bangsa Indonesia. Baginya tempat ini wajar sekali jika dikunjungi oleh masyarakat sebab banyak hal menarik didalamnya apalagi ini merupakan salah satu peninggalan sejarah bangsa Indonesia.
Purnomo sendiri menjelaskan bahwa banyak hal yang wajar yang menjadikan alasan tempat ini terus dikunjungi, selain daya tarik Tugu Pahlawan dan Museum 10 November ini, banyak hal lagi yang masih bisa diamati seperti adanya patung-patung pahlawan disetiap ujung taman tanaman-tanaman yang tertata rapi dan tidak kalah penting baginya para pekerja selalu mempertahankan keasrian lingkungan Taman agar pengunjung selain menikmati sisi sejarah dapat pula menikmati pemandangan dan keasrian taman yang ada. Kesan baik dan menyenangkan pengunjung akan membawa nama baik terus bagi tempat ini. Menurutnya menjaga kebersihan lingkungan Tugu Pahlawan dan sekitarnya telah disadari oleh setiap pengunjung.
Menurut Purnomo selaku Pengawas Taman dan pembersih Taman adanya ketegasan yang diberikan oleh Pemerintah untuk menjaga keasrian taman bersejarah ini agar setiap pengunjung tidak hanya mengetahui sejarah Indonesia tapi selalu memiliki kesan baik terhadap taman Tugu ini beserta lingkungannnya. Ketegasan juga diberikan bagi para penjual pinggir jalan guna mencegah pembuangan sampah sembarangan.
Pengakuan dari Teguh, cleaning service Tugu Pahlawan dan Museum adalah hal yang sangat menarik dan bersejarah tentunya terlihat dari museum yang penuh dengan benda-benda bersejarah apalagi suara rekaman asli Soekarno berpidato menjadikan pendengar serasa turut berperang. Hal-hal inilah menurutnya yang membuat pengunjung seolah-olah merasakan lagi bau sejarah saat kita berada didekat kondisi dan situasi tempat bersejarah. (DES/ING)

Dokumentasi bersama narasumber :
Foto Penulis bersama Pak Purnomo(43) Pengawas Taman Tugu.



Foto bersama Mahasiswi UKP, Livita(19)



Foto Narasumber :
Pak Teguh(33) selaku Cleaning Servise Museum dan Livita(19) selaku Mahasiswi UKP



Mahasiswa Universitas Kristen Petra mengamati isi museum





Dokumentasi museum lantai 1



Dokumentasi dalam museum (terlihat recorder pidato Soekarno)



Nama :Desiana
NRP :51408062

Kesetiaan Penghuni Tugu Pahlawan

Kesetiaan Penghuni Tugu Pahlawan

Surabaya, Tugu Pahlawan dan museum menjadi daya tarik masyarakat sekitar untuk berkunjung adalah hal yang sangat wajar, Teguh(33) selaku cleaning service yang bekerja kurang lebih 4 tahun di Tugu Pahlawan mengungkapkan bahwa Tugu ini dirawat semenjak dulu, masyarakat dilarang membuang sampah sembarang, selain itu disetiap sudut taman diberi tempat pembuangan sampah. Hal ini diharapkan agar pengunjung dapat menjaga kebersihan lingkungan taman.
Pak Teguh setiap harinya mulai bekerja pukul 06.30 hingga 16.00. Namun berbeda dengan bulan puasa ini, Pak Teguh bekerja dari pukul 06.30 hingga 14.30. terkadang ada kalanya Ia mendapat waktu istirahat ia gunakan untuk bersantai sejenak dengan teman-temannya. Ia mengakui memiliki beberapa teman baik yang enak diajak berbincang dikala waktu senggang.
Teguh(33) mengakui bahwa ia penuh dengan suka cita dalam menjalani pekerjaannya, meskipun ia hanya menjadi seorang cleaning service, baginya itu telah menjadi bagian terpenting dalam sebuah kehidupan. Dalam kehidupan, kebersihan adalah pangkal kesehatan. Menjadi orang kecil bukanlah berarti hal terberat baginya karena menurutnya meskipun ia hanya orang kecil tetapi pekerjaan sangat dirasakan oleh para pengunjung Tugu. Pekerjaan yang dilakukannya menjadikan pengunjung merasa bersih dan nyaman, asalkan hal itu dapat tercapai rasa puas telah ia rasakan.
Teguh sangat menghargai bahkan mencintai pekerjaannya saat ini sebab baginya tidak mudah mencari pekerjaan dijaman seperti ini, Ia mengakui masih jauh lebih banyak yang membutuhkan pekerjaan bahkan ia menyadari masih banyak temannya yang masih sulit mencari makan karena tidak memiliki pekerjaan.
Saat ini yang terpenting ia akan menjalani pekerjaannya dengan sungguh-sungguh dan penuh suka cita apalagi pekerjaannya di tempat bersejarah sudah selayaknya Ia memberikan hal terbaik yang Ia mampu lakukan, jika perlu hingga akhir hayatnya.

Wawancara Livita bersama Teguh Riswanto (33)




Livita Wijaya (51408043)

Dilema Penjual Es Tebu di Bulan Puasa


Bulan Puasa adalah bulan penuh berkah. Kesempatan untuk menabung pahala sebanyak-banyaknya. Bagi para pedagang textile, keuntungan bisa naik beberapa kali lipat. Tentu saja karena masyarakat berlomba membeli pakaian baru. Entah untuk dipakai sendiri atau di berikan pada sanak keluarga. Demikian pula dengan pedagang lain seperti pedagang sembako atau kue-kue yang juga meraup banyak keuntungan, apalagi beberapa hari sebelum lebaran.
Tapi bagaimana dengan penjual minuman yang seakan “dilarang” berjualan selama bulan puasa?? Apalagi di negara yang mayoritas beragama muslim dan berpuasa ini, pastilah pendapatan mereka berkurang. Sangat ironi, padahal mereka juga butuh uang untuk lebaran nantinya.
Seperti yang di alami oleh Ibu Imam, seorang penjual es tebu di Jalan Pasar Turi Surabaya. Siang itu (9/9) matahari cukup terik menyinari Surabaya, terutama kawasan depan Tugu Pahlawan yang nyaris tidak ada pohon peneduh bagi orang yang sibuk beraktivitas di sekitar sana.
Dengan alat yang sangat sederhana, sebuah toples untuk tempat esnya ditaruh di atas gerobak tua berwarna hijau dan dinaungi payung besar warna-warni, sekedar untuk melindungi para pelanggan setianya dari sengatan sang surya, Ibu Imam duduk menunggu siapa saja yang ingin membeli barang segelas saja es tebunya.
Dengan kaos hijau yang lusuh, rok kain panjang serta kerudung merah menutupi rambutnya, Ibu Imam dengan cekatan memencet keran dari toplesnya, menuangkan es tebu ke dalam gelas dan memberikannya pada pembeli.
Umur yang lebih dari setengah abad, tak menghalanginya untuk tetap bersemangat melayani para pembeli. Menurut penuturan Ibu Imam, pada bulan-bulan biasa, ia bisa menjual hingga 70 gelas es tebu dalam sehari. Harga per gelasnya cukup murah, hanya Rp 1.000 saja. Itu berarti kurang lebih Rp 70.000 yang dapat ia kantongi. Namun di bulan puasa, pendapatannya berkurang 50% atau bahkan kurang.
Pernah juga ia di olok orang karena tetap berjualan selama bulan puasa dan dikatakan tidak menghormati orang yang puasa. Padahal Ibu Imam sendiri juga berpuasa. Lantas apakah semua penjual makanan dan mnuman harus tidak berjualan dan otomatis tidak punya pendapatan selama bulan puasa?? Apa yang akan mereka makan, karena berjualan adalah satu-satunya sumber nafkah mereka, sekedar untuk menyambung hidup.
Meskipun terlihat hidup susah dengan usahanya, karena tak ada seorang anaknya pun –dari ketujuh anaknya- yang membantu beliau, ternyata Ibu Imam masih punya rasa suka tersendiri dalam berjualan es tebu, yang sudah digelutinya selama 20 tahun lebih. Beliau mengaku sangat senang ketika bisa memberikan kelegaan pada pelanggannya yang kehausan.
Sementara dukanya adalah ketika ada yang membeli es-nya, tapi tidak membayar, padahal seandainya orang itu meminta dan berbicara terus terang, Ibu Imam ikhlas untuk memberikannya secara Cuma-cuma. Duka lainnya adalah ketika ia harus berpindah-pindah demi menghindari kejaran Satpol PP.
Satu harapan sederhana yang menjadi impian beliau adalah untuk bebas berjualan tanpa harus khawatir dikejar Satpol PP sehingga harus berpindah-pindah tempat. Selain itu beliau juga berharap dengan hasil jualannya ia bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri untuk dapat hidup walau dengan sangat amat sederhana.
Semoga teriakan ibu Imam yang mewakili rakyat kecil ini dapat didengar oleh para penguasa negara ini, untuk lebih memperhatikan rakyat kecil dan senatiasa ingat agar tidak memakan uang rakyatyang bukan miliknya. (m@d)

Nama : Ayub Dahana
NRP : 51408053
Kelas : A TMMB

Museum 10 November Yang Membuat Bulu Roma Berdiri


SURABAYA-Museum 10 November yang di resmikan pada tahun 2000 ini terletak di lapangan Tugu Pahlawan . Nama “10 November” diberikan pada museum ini untuk mengenang dan memberikan rasa hormat kepada para pahlwan terutama arek-arek suroboyo yang pada masa itu berhasil melawan company . Peristiwa berdarah yang mengharumkan nama Indonesia itu tepat tanggal 10 November sesuai dengan nama Museum yang berada di kota Surabaya ini. Koleksi-koleksi yang ada dalam Museum 10 November ini seperti Patung pahlwan , Diorama statis , Senjata , Replika Bambu Runcing,Sosiodrama Bung Tomo dan masih banyak lagi koleksi yang menarik . Sosiodrama Bung Tomo , dengan media ini kita dapat mendengarkan rekaman asli pidato Bung Tomo yang mengajak para pemuda-pemuda Indonesia untuk menjawab tantangan Belanda , mendengar rekaman pidato ini membuat bulu roma yang mendengarnya menjadi berdiri dan terbawa emosi kita untuk ikut berperang melawan penjajah.

Fendi Tahjudin Nor 51408068